Weekend Ku Berakhir Di Bumi Cinta

“Burung bertasbih di pagi hari. Hawa meraung menemani sang Bulan. Angin berbisik menyampaikan salam, Secercah sinar matahari mulai mengeruak diantara pegunungan, ya, ini adalah weekend ku di pekan ini, akhir pekan ini setelah ditemani dengan ujian tengah semester yang melelahkanku, memaksaku untuk meluapkan segala kemampuanku dalam belajar setengah semester ini, ya, hari ini tanggal 5 Oktober 2018, dengan semangatku di pagi ini, ku mulai hari ini dengan sholat subuh dan membaca al qur’an, agar hati ku tenang dalam melakukan segala aktifitas, setelah sholat subuh dan membaca al qur’an kami di beri briefing sebentar oleh ust Abdallah selaku koordinator acara apa apa yang harus kami persiapkan dan apa yang harus kami lakukan, setelah itu aku menuju asrama untuk menyiapkan segala kebutuhan seperti : selimut, baju ganti, dll, setelah menyiapkan semuanya kami pun diinstruksikan untuk berkumpul di lapangan futsal (depan sekolah), di tempat tersebut kami diberi instruksi dan adab-adab ketika di perjalanan, kami pun berangkat jam 7 pagi, berangkat dengan angkot (angkutan kota), kami pun tidak mengeluh dan bersyukur dengan apa yang ada, di dalam angkot kami dapat merasakan semilir angin berhembus, hawa sejuk menyertai kami hingga bumi perkemahan

Sesampainya kami di tempat, aku merasakan sejuknya pepohonan, indahnya pemandangan, dll, Setelah diberi instruksi (lagi dan lagi) dan susunan kegiatan, kami diberi waktu bebas sampai tenda selesai berdiri (karena sampai kami datang tenda belum berdiri), di waktu bebas ini, kami mengisinya dengan berfoto bersama, jajan dan lain-lain, (oh iya, sebelumnya kami sudah dikelompokkan menjadi 6 kelompok, kelompokku bawahan dari ust Tegar dan Ust Alwan, dan nama kelompokku kelompok Legion), setelah tenda berdiri, kami merapikan diri lalu bersiap siap untuk sholat jum’at.

Setelah sholat jum’at kami pun bergegas untuk makan siang, lalu kami berkumpul bersama rekan rekan kelompok untuk membahas apa saja yang akan kita lalui di acara ini, setelah itu kami istirahat siang, setelah istirahat siang, kami bersiap diri untuk sholat ashar dan sholat ashar, lalu pada sore hari, kami mengikuti beberapa perlombaan yang diadakan para ustadz ustadz yang ada, lombanya seru banget, menghilangkan stress setelah uts (hehehe), setelah selesai lomba, matahari pun semakin turun, kami harus siap siap untuk solat maghrib.

Kami pun mendirikan sholat maghrib, ditengah riuhnya alam, sholat kami hanya beralaskan terpal lalu tanah, menambah dinginnya hawa disana, setelah sholat maghrib, kami makan malam, setelah makan malam, kami menuju musholla yang sudah disiapkan para ustadz, lalu kami sholat isya, setelah sholat isya kami pun bersiap siap untuk acara campfire, terjadi keseruan disini, kayu kayu telah ditinggikan, para peserta dikumpulkan lalu membuat lingkaran mengelilingi kayu tersebut, kegiatan dimulai dengan dinyalakannya flare merah, api unggun pun dinyalakan, menambah kehangatan di malam yang sangat dingin itu, “LEGION.., LEGION…,” suara teriakan tersebut menambah kemeriahan acara tersebut, beberapa yel yel, pantun dilontarkan beberapa santri berbakat, setelah api unggun padam, kami pun bersiap untuk tidur lalu tidur.

Sabtu 6 Oktober 2018, Udara pagi menerpa wajahku seketika aku bangun, aku pun bergegas mengambil air wudhu, untuk bersiap sholat shubuh, (hehe, aku bangunnya telat sedikit, aku bangun saat azan berkumandang) dinginnya air membuatku menggigil saat mengambil air wudhu, setelah mengambil air wudhu, aku pun sholat subuh berjamaah bersama teman-teman ku, setelah solat subuh kami pun mengambil jatah sarapan masing- masing, masih ditemani hawa dingin, kami diinstruksikan untuk berbaris lalu memulai senam, selepas senam kami pun mengikuti beberapa lomba sampai menjelang siang, matahari semakin meninggi, hawa dingin berubah menjadi hangat, sebelum sholat zuhur kami diinstruksikan untuk merapikan barang dan bersiap siap untuk meninggalkan bumi perkemahan, lalu kami sholat zuhur, selepas sholat zuhur kami mengambil jatah makan siang lalu berangkat, menuju coban (airterjun) rondo.

Pemandangan di perjalanan sangat indah, udara yang ditawarkan juga sejuk, rasa lelah yang kami alami akhirnya terbayarkan dengan pemandangan indah di depan mata, setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya kami sampai di coban rondo, di coban rondo terdapat banyak wahana seperti : atv, pointball, airterjun, dll, lalu aku memilih bermain air saja karena hemat uang :D,  setelah kami puas main air, kami pun mandi dan bersiap siap untuk kembali, tepat seblemu keluar area coban rondo kami ditemui segerombolan monyet seperti mengucapkan tanda perpisahan (lucu lucu monyetnya 😀 ), lalu kami pulang menuju pondok pesantren tercinta.

O iya, ada cerita dibalik judul ini mengapa diberi judul seperti ini (klikbait sedikit gapapa lah :D), karena disini aku bisa merekatkan ukhuwwah islamiyyah dan imaniyyah dengan teman temanku, kakak kakak kelasku, dan ustadz ustadzku, itu aja sih 😀

Ini adalah beberapa foto yang terambil di bumi perkemahan

 Sebelum berangkat CampFire  Lomba Lomba  Menuju Coban Rondo

Main air di Coban Rondo

Credit :

Based True Story : Muhammad Faiz Satrio Gumilang

From : Malang

Class : 7B

Editor : Alwan Nursuhaida

PhotoShot by : Alwan Nursuhaida

Photo anak anak : KLIK DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *